Lada

Lada (atau merica/sahang) adalah rempah-rempah populer dari tanaman Piper nigrum yang menghasilkan sensasi pedas dan hangat pada masakan. Di Indonesia, "merica" merujuk pada biji utuh, sedangkan "lada" adalah sebutan untuk bentuk bubuk halusnya.

Lada Hitam: Dibuat dari buah lada yang dipetik saat hampir matang, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kulitnya menghitam dan mengerut. Aromanya lebih kuat dan rasanya lebih tajam.

Lada Putih: Dibuat dari buah lada yang telah matang sempurna. Kulit buah dikupas dengan cara direndam, kemudian dikeringkan sehingga menghasilkan biji putih. Rasanya lebih ringan dan sering digunakan untuk masakan berkuah agar warnanya tidak berubah.

Lada Hijau: Buah lada yang dipetik saat masih muda, kemudian dikeringkan dengan metode khusus (seperti pengeringan beku/freeze-dried) agar warnanya tetap hijau. Biasanya memiliki aroma segar khas tanaman.

Lada (Piper nigrum) secara tradisional digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, pencernaan, dan kondisi kulit. Manfaatnya meliputi meredakan batuk, pilek, sinusitis, dan meningkatkan pencernaan dengan merangsang asam lambung. Lada hitam juga digunakan untuk vitiligo, skabies, artritis, asma, diare, serta mendukung upaya berhenti merokok. Selain memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi, lada hitam berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, penyerapan nutrisi, serta membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Meskipun manfaat-manfaat tersebut sudah didukung dengan riset awal, masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk pemanfaatan jangka panjang. Penggunaan lada dalam terapi kesehatan harus dikonsultasikan dengan tenaga ahli medis karena senyawa aktifnya dapat berinteraksi dengan obat lain dan menyebabkan iritasi kulit apabila digunakan secara topical pada dosis yang kurang tepat.